Selamat Datang di Star Kristal
Kami menyediakan perhiasan kristal untuk kebutuhan cinta, kesehatan, spiritual dan usaha anda
-
Narulita Kusuma Ayu, S.Psi., M.Psi.
Tarot masih seringkali dikaitkan dengan mistik ataupun klenik, ramalan masa depan melalui bantuan roh halus atau anggapan buruk lain. Anggapan ini yang meyebabkan banyak orang memandang sebelah mata pada tarot. Padahal tarot bisa dikaji dari perspektif psikoanalitik Carl Gustav Jung. Jung menyatakan bahwa kepribadian manusia terdiri dari tiga sistem yang saling berhubungan yaitu kesadaran, ketidaksadaran pribadi (personal unconsciousness) dan ketidaksadaran kolektif (collective unconsciousness). Pusat dari kesadaran adalah ego yang terdiri dari ingatan, pikiran dan perasaan. Ketidaksadaran pribadi terdiri dari pengalaman-pengalaman pribadi, harapan-harapan dan dorongan-dorongan yang pernah disadari tetapi tidak dikehendaki oleh ego sehingga terpaksa didorong masuk ke ketidaksadaran.
Ketidaksadaran kolektif adalah sistem yang paling berpengaruh terhadap kepribadian dan bekerja sepenuhnya di luar kesadaran orang yang bersangkutan. Sistem ini merupakan pembawaan rasial yang mendasari kepribadian dan merupakan kumpulan pengalaman-pengalaman dari generasi-generasi terdahulu, bahkan dari nenek moyang manusia waktu masih berupa hewan. Komponen ketidaksadaran kolektif ini disebut arketipe (Archtype) yaitu kecenderungan-kecenderungan yang universal dan merupakan pembawaan pada manusia yang menyebabkan manusia bertingkah laku dan mengalami hal-hal yang selamanya berulang, serupa dengan yang telah dilakukan dan dialami oleh nenek moyang yang menurunkannya (misalnya kelahiran, kematian, menghadapi bahaya dan lain-lain).
Tarot dan ketidaksadaran kolektif
Tarot adalah simbol-simbol yang bekerja atas dasar arketipe dimana didalamnya mewakili sebuah pesan. Untuk apa pesan tersebut? Untuk memberi isyarat akan ”arah” perjalanan manusia dalam rangka mencapai keutuhan diri baik secara psikis maupun spiritual.
Lalu bagaimana tarot mengungkap pesan tersebut? Pada saat membuka tarot, alam bawah sadar dari pewacana dan alam bawah sadar penanya akan berinteraksi melalui ketidaksadaran kolektif sehingga kartu yang dipilih penanya bukanlah kartu yang asal keluar atau tercabut namun terpilih karena adanya sinkronitas didalamnya. Sinkronitas mendalilkan bahwa segala sesuatu berhubungan dengan sesuatu lainnya di alam fisik ini karena memang ada koneksi di ketidaksadaran kolektif. Dengan kata lain, simbol-simbol dalam kartu itu adalah jawaban atas permasalahan yang dicari oleh sang penanya.
Semua solusi yang dicari oleh penanya sebenarnya telah dijawab oleh Sang Kekuatan Semesta, tetapi masih berada di dalam alam bawah sadar si penanya. Melalui tarot, alternatif solusi itu dibawa ke atas meja dalam bentuk simbol-simbol yang muncul di kartu-kartu itu.
Narulita Kusuma Ayu, S.Psi., M.Psi. adalah seorang Konselor Psikologi, Relawan Paliatif, beliau juga narasumber di radio-radio di surabaya, dan juga SBO TV surabaya.
-
Language/ Bahasa
Search
Kategori
- ▼Detail Konsultasi Tarot (5)
- ▼Jaringan (1)
- ▼Kristal (3)
- ▼Tokoh-Tokoh (7)
Kata Kunci
Alat Test Psikologi Analisa Kehidupan Lampau Archetype Arketipe Bawah Sadar Carl Gustav Jung Cenayang Collective Unconscious Doa Ego Empati Intuisi Kesadaran Kolektif Klenik Komunikasi Bawah Sadar kristal Meditasi Menerawang Meramal Mistik Past Life Analysis Past Life Regrression Pencerahan perhiasan Personal Unconsciousness Prediksi Psikis Psikoanalisis Psikolog Psikologi Jungian Ramal Ramalan Rasional Reinkarnasi Sigmund Freud Simbol Solusi Spiritual Takdir Tarot Terawang Therapist Trainer Universal Yang Lain
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.


